Jumat, 29 November 2013

How I Met Kiranti



Kiranti Vs Pesan-Pesan Cinta Mama

Kiranti....!!!!
Siapa sih wanita Indonesia yang tak mengenal minuman segar dan menyehatkan (saat datang bulan) ini....????
Rasanya semua wanita Indonesia mengenalnya. Termasuk aku tentunya...!!!

Mengingat awal perkenalan pertamaku, yang berlanjut dengan persahabatan antara aku dan Kiranti, menghempaskanku pada kenangan indah akan kasih sayang mama, dengan segala caranya yang unik.
Yah, mama adalah sosok yang selalu penuh kasih sayang padaku, yang biasanya diungkapkan dengan caranya sendiri, yang menurutku sangat unik.

Contohnya, dulu setiap kali aku berangkat sekolah, mama selalu menyelipkan “pesan-pesan cinta” (aku menyebutnya demikian) di dalam tas’ku.
Biasanya mama meletakkannya di lembar pertama buku tulisku, atau juga bahkan pernah di letakkan di kotak bekal makan siangku.

Di pesan-pesan cinta-nya mama menulis : “Adek, belajarnya yang serius ya, biar adek ranking 1 terus...!!!”
Atau juga : “Banyak minum air putih ya Dek, biar kulit adek makin cantik...!!!”
Dan banyak lagi pesan-pesan cinta mama yang dulu hampir setiap hari kutemukan di tas sekolahku.
Tak hanya di tas sekolah, dulu mama juga sering menempelkan pesan-pesan cinta’nya untukku hampir di setiap sudut rumah.

Sebagian pesan-pesan cinta mama yang masih tersimpan

Dengan cara begitulah mama menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya untuk-ku, meski beliau sedang sibuk mencari nafkah untuk kami berdua (mama memilih menjadi single parent sejak ayah meninggal).

Seperti disebuah peristiwa belasan tahun lalu. Saat  itu mama harus keluar kota untuk urusan pekerjaan selama beberapa hari.
Dan seperti biasa, mama tak pernah lupa menempelkan pesan-pesan’nya hampir disetiap sudut rumah. Isinya’pun bermacam-macam.

Awalnya sih oke-oke saja ditinggal mama, karena aku sudah terbiasa mandiri.
Namun menginjak hari ketiga ditinggal mama, masalah mulai datang. 
Saat itu, sore hari sepulang sekolah, tamu bulananku (haid) datang. Dan seperti biasanya pula, selalu diiringi dengan rasa nyeri yang lumayan hebat di bagian perutku, yang membuat aku sampai menangis karena kesakitan.

Biasanya kalau ada mama, mama pasti langsung mengompres perutku dengan air hangat yang dimasukkan dalam botol, lalu ditempelkan di perutku.

Saat itu, dengan menahan rasa sakit, aku’pun berjalan kedapur untuk membuat air hangat guna mengompres perutku.
Namun, tatap mataku tiba-tiba tertuju pada lemari dapur yang berada di pojokan. Di pintu lemari tersebut mama menempelkan pesan cinta’nya.
Sebuah pesan cinta yang bagai malaikat penyelamat aku dari nyeri haid kala itu. 

Pesan itu berbunyi : “Adek, kalau haidnya datang dan perutnya nyeri seperti biasanya, adek minum Kiranti saja yah, biar ga ribet pake ngompres perut. Aman kok...!!!!”
Demikian kurang lebih bunyi pesan cinta mama saat itu.

Aku’pun membuka pintu lemari dapur tersebut. Terlihat 5 botol Kiranti yang sudah disiapkan mama untukku saat itu. Dan aku langsung meneguknya sebotol. 
Itulah kali pertama aku minum Kiranti....!!!
Rasanya yang kecut nan segar, dengan aroma rempah-rempah seperti ramuan jamu tradisional, membuat lidahku langsung jatuh cinta.

Aku’pun lantas istirahat setelah itu.  Dan amazingnya, 2 jam usai minum Kiranti saat itu, aku tak merasakan lagi nyeri di perut, seperti yang kurasa sebelumnya. Aku’pun tak merasakan rasa penat atau letih tubuh seperti biasanya saat haidku datang di hari-hari pertama.

Aaaah...., tenang deh saat itu meski mama lagi tak ada di rumah saat aku sedang haid.
Aku’pun bisa melewati malam itu dengan tidur nyenyak, tanpa merasakan siksaan nyeri haid.

Sejak saat itu, rasanya aku jatuh cinta berat sama Kiranti. Dan aku’pun tak bisa jauh-jauh dari Kiranti saat haid melanda.
Dan sejak rutin mengkonsumsi Kiranti saat sebelum atau selama haid, ga ada lagi cerita nyeri haid atau badan penat menghampiriku berlama-lama...

Kiranti selalu ada di dalam tasku

Waktu’pun terus bergulir. Tak banyak yang berubah dalam hidupku.
Mama dengan pesan-pesan cinta-nya yang unik, tetap tak berubah hingga kini aku menjadi perempuan dewasa. 
Mama'pun tak pernah lupa mengingatkanku untuk  minum Kiranti setiap kali haidku menjelang tiba.
Hanya kini, pesan-pesan cinta-nya lebih disampaikan dengan cara digital, mengikuti perkembangan zaman.

Dan kebersamaanku dengan Kiranti, juga tak berubah sedikitpun. Kiranti tetap jadi sahabat setia dan pilihan terbaikku saat haid melanda. Aku’pun makin bebas beraktifitas kapanpun dan dimanapun bersama Kiranti.

Bebas beraktifitas meski sedang haid


Terimakasih mama yang telah menghadirkan Kiranti dalam hidupku.
Terimakasih pula Kiranti, yang selalu menutrisi tubuh dan semangatku, saat masa-masa haid menghampiriku.




Cerita ini diikut sertakan dalam lomba "How I Met Kiranti"
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar