Selasa, 12 April 2016

Kue Apem, Kue Persembahan Untuk Tuhan yang Tak Lekang Oleh Zaman



Siapa sih yang tak mengenal kue apem...???? Kue berbahan dasar tepung beras dan tape singkong dengan bentuk pipih-bundar yang hampir selalu ada dalam setiap kegiatan ritual adat ataupun ritual agama di sebagian masyarakat tanah air, terutama masyarakat jawa.
Namun, meski banyak dijumpai sebagai hidangan dalam ritual adat ataupun ritual agama di pulau jawa, belum diketahui secara pasti dari manakah kue apem berasal sebenarnya.
Apakah benar berasal dari jawa atau dari daerah yang lain...? Sebab di daerah-daerah lain banyak pula dijumpai kue apem.

Bagi sebagian masyarakat jawa, kehadiran apem sebagai sajian dalam sebuah acara yang bersifat ritual agama ataupun ritual adat sudah menjadi hal mutlak yang wajib ada.
Entah siapa yang memulai pada awalnya...???
Misalnya pada saat perayaan megengan (menyambut hadirnya bulan ramadhan), suroan atau juga saat selamatan orang meninggal, keberadaan apem sebagai sajian pasti sangat mudah dijumpai.
Kehadiran apem, sebagai salah satu sajian dalam sebuah ritual adat atau ritual keagamaan diyakini akan mendatangkan keberkahan dari sang penguasa hidup.
Disajikannya Apem juga dimaksudkan sebagai persembahan pada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur, serta juga sebagai permohonan ampunan.

Apem sebagai hidangan wajib dalam sebuah ritual adat/agama / Gambar dari Google


Tentu saja, banyaknya acara yang bersifat ritual baik adat ataupun agama di negeri ini, secara tak langsung turut melestarikan keberadaan apem sebagai kue tradisonal. Itulah hal yang patut kita syukuri, karena bangsa Indonesia memiliki keaneka ragaman adat, budaya, agama yang keberadaannya sinergi dengan pelestarian adat tradisi yang lain.

Meski saat ini menjamur makanan mancanegara dan modern,, namun hal tersebut tak mampu menggeser kue apem sebagai hidangan wajib saat acara adat ataupun keagamaan.
Selain dikarenakan kue apem diyakini mendatangkan keberkahan, juga dikarenakan kelezatan kue apem yang penuh kaya rasa.
Perpaduan rasa manis, asin, gurih serta sedikit asam (berasal dari asamnya tape singkong) membuat kue apem memiliki cita rasa tersendiri yang tak tersaingi kelezatannya.
Cita rasa kue apem yang nikmat dan lezat serta mampu mengenyangkan, membuat apem mempunyai tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat negeri ini.
Karenanya selain sebagai menu wajib dalam acara ritual agama ataupun ritual adat,  tak sedikit yang menjadikan kue apem sebagai kudapan pilihan bagi keluarga Indonesia.
Bentuknya yang menarik , serta teksturnya yang kenyal namun tetap lembut membuat kue apem menjadi favorit bagi sebagian kalangan.
Terlebih cara pembuatannya yang terbilang mudah dilakukan. Kemudahan dalam pembuatannya inilah yang turut membuat keberadaan kue apem tetap lestari dan bisa bersaing dengan aneka macam kudapan modern lain.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat juga makin berinovasi untuk menjadikan kue apem semakin bervariasi, sehingga kue apem tetap legendaris serta WarisanKelezatan kue apem tetap bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.


Jika pada awalnya apem hanya dijumpai dengan bentuk pipih-bundar (apem jawa), kini kue apem hadir dalam banyak bentuk dan rasa yang membuat tampilan kue apem lebih modern dan makin digemari. Inilah yang membuat kue apem bisa bersifat Goodness From Heritage
Misalnya kini dikenal apem selong (ini apem favorit saya...), apem saus gula merah (apang golla), apel nangka dan aneka apem lainnya. 

Berikut resep apem selong yang saya dapat turun temurun :

Bahan-bahan
     1. 250 gram tepung terigu 

  1. 25 gram tepung tapioka
  2. 175 gram gula pasir
  3. 50 gram tape singkong
  4. 1/2 bungkus ragi instan
  5. 150 ml air kelapa
  6. 350 ml santan matang
  7. 1 butir telur
  8. vanili bubuk 
Cara Pembuatan
1.    Ambil 1/3 air kelapa, masukkan ragi instan, biarkan sampai mengembang
2.    Remas2 tape singkong dgn sisa air kelapa, saring
3.    Kocok lepas telur
4.  Campur bahan tepung, dgn gula, vanili dan larutan ragi instan, uleni adonan dgn air tape singkong, masukkan telur, uleni lagi hingga adonan lembut dan gula larut
5.    Diamkan hingga adonan mengembang
6.    Masukkan santan,aduk hingga rata diamkan lg sampai adonan mengembang lagi
7.    Panaskan cetakan, ambil satu sendok sayur adonan, tuang kedalam cetakan,tekan adonan dgn punggung sendok sayur, hingga berbentuk renda
8.    Tutup adonan hingga adonan matang dan renda berwarna kecoklatan, angkat dengan sutil kecil
Naaah, berikut tampilan apem selong yang jadi favorit saya

Apel Selong / Gambar diambil dari Google


Dari sekian inovasi kue apem yang telah ada, kalau saya pribadi penasaran dengan inovasi pembuatan apem dengan menggunakan #PalmboomCakeMargarin...???
Akan lebih lezatkah membuat apem menggunakan margarin...??? Dan akan berpengaruhkan pada bentuknya??? 
Secara selama ini belum pernah melihat orang membuat apem menggunakan margarin..??? ^Saya penasaran

Next, apapun inovasi masyarakat dalam mengembangkan keberadan kue apem, semoga tidak akan membuat kue apem kehilangan ciri khas (rasanya) Indonesia-nya
Dan sebagai generasi muda saya berharap kelezatan kue apem tetap dapat dinikmati oleh generasi Indonesia selanjutnya, dan mereka bangga mengkonsumsi apem yang merupakan kue tradisonal Indonesia.

Kue Apem #WarisanKelezatan Nusantara
#GoodnessFromHeritage
#PalmboomCakeMargarin