Jumat, 31 Mei 2013

JANJIKU UNTUK BUMI


Ini adalah salah satu karya tulisan sang jagoan kecil yang pernah dikirimkan di kompetisi Children Helping Children (CHC-2011).
Meski belum dilirik sama Om - Tante dewan juri, tapi cukup puas dia mau berkreasi dalam kata-kata...
Dan seperti inilah karya kakak Firza :

Sidoarjo kota kecilku saat ini terasa semakin panas. Jalan raya semakin padat. Asap kendaraan bermotor dan asap pabrik terkadang membuatku sesak untuk bernafas. Sedih rasanya…. Tapi mau gimana lagi….???

Namun kata mama, aku tidak boleh diam saja. Aku juga harus ambil bagian menjaga bumi, agar bumi ini tidak semakin panas.
Menghijaukan pekarangan rumah…., adalah salah satu yang diajarkan mama padaku. Meski pada awalnya malas dan jijik, tapi lama-lama asyik juga lo…. Apalagi saat melihat hasil jerih payah yang telah aku tanam. Beruntung, kebanyakan yang ditanam aku sama mama adalah tanaman pangan, seperrti cabai, tomat, pepaya dll. Kata mama , menanam tanaman pangan lebih bermanfaat daripada sekedar menanam bunga (sebab lebih menghasilkan…???)
Puas rasanya, melihat pekarangan rumah yang hijau, dan penuh dengan aneka tanaman. Dan yang lebih penting lagi, lingkungan jadi segar dan asri serta tidak terlalu panas.
Menghijaukan pekarangan rumah, tak hanya membuat lingkungan menjadi hijau, tapi sekaligus juga dapat mengurangi sampah plastik dan kaleng-kaleng bekas yang terkenal susah diuraikan oleh tanah 
Bagaimana caranya….??? Yaitu dengan memanfaatkan plastik-plastik multilayer (bekas kemasan pewangi, minyak goreng dll) serta kaleng-kaleng bekas sebagai wadah untuk menanam (pengganti pot). Dengan demikian, kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas / sampah-sampah plastik menjadi benda yang bermanfaat sehingga volume sampah tidak semakin banyak.



Timbulnya sampah terutama sampah plastik memang tidak bisa kita hindari, karena memang hampir semua barang kebutuhan, dikemas menggunakan plastik. Yang dapat kita lakukan adalah mengurangi dan mengolah kembali sampah sampah plastik tersebut menjadi benda yang lebih berguna, agar beban bumi tidak semakin berat.
Menghijaukan pekarangan dengan aneka tanaman pangan tak cuma menjaga bumi agar tetap hijau, tetapi juga turut membantu pemerintah untuk berswasembada pangan.
Nah, ayo rekan-rekan pelajar, sayangi bumi kita dengan menghijaukan pekarangan rumah kita dengan menanam tanaman yang bermanfaat, serta mengurangi pemakaian plastik yang hanya akan menjadi sampah, agar negeri tercinta ini tetap hijau, sejuk, dan kembali menjadi negeri yang bisa berswasembada pangan.

Tentu saja, langkah kecil ini adalah sumbangsih kita untuk negeri tercinta. Tak hanya untuk ketahanan pangan tapi juga untuk kelestarian lingkungan. Bagaimana mencintai lingkungan dan memeliharanya, kita mulai dari tindakan kecil tapi bermanfaat. Bumi ini memerlukan tangan tangan kita generasi muda agar tetap hijau dan asri. Agar tidak makin tercemar dan punah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar